asi mungkin adalah kata yang sering di dengar oleh kita mengenai accounting. Depresiasi adalah alokasi yang dibuat secara sistematis untuk menyusutkan atau mengurangi jumlah suatu aset selama umur manfaatnya.

Penggunaan depresiasi biasanya dipakai di untuk Fix Asset perusahaan. Secara umum penerapan depresiasi atau penyusutan  fix asset pada keuangan perusahaan dapat mempengaruhi laporan keuangannya dan juga perubahan pajak penghasilan perusahaan. Depresiasi seringkali dianggap sebagai kerugian dalam perhitungan nilai, namun bagi seorang akuntan yang memahami laporan keuangan dapat memandang depresiasi sebagai alat untuk alokasi biaya.


Metode dalam Depresiasi

#1 Metode Garis Lurus (Straight-Line Method)


Metode ini mempertimbangkan penyusutan sebagai fungsi dari waktu, bukan fungsi dari penggunaan.
Metode ini telah digunakan secara luas dalam praktik karena kemudahannya.
Prosedur garis lurus secara konseptual seringkali juga merupakan alasan utama atas terbatasnya umur pelayanan, maka penurunan kegunaannya akan konstan dari periode ke periode.
Beban penyusutan untuk mesin derek dihitung sebagai berikut:
Beban Penyusutan = Biaya dikurangi nilai sisa : Estimasi umur pelayanan 
Beban Penyusutan = (Rp500.000.000 – Rp50.000.000) : 5 = Rp90.000.000

Masalah utama terhadap metode garis lurus adalah metode ini didasarkan atas dua asumsi yang tidak realistis:
  1. Kegunaan ekonomi aktiva itu sama setiap tahun, dan
Beban reparasi dan pemeliharaan pada dasarnya sama setiap periode.



#2 Metode Beban Menurun (Decreasing Charge Method)

Metode ini sering disebut juga metode penyusutan dipercepat, yaitu menyediakan biaya penyusutan yang lebih tinggi pada tahun-tahun awal dan beban lebih rendah pada periode mendatang.
Justifikasi utama untuk pendekatan ini adalah lebih banyak penyusutan harus dibebankan pada tahun-tahun awal karena aktiva mengalami kehilangan pelayanan yang lebih besar pada tahun-tahun tersebut.
Metode ini dibagi menjadi dua bagian yaitu:
Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of The Years Digits Method)
Menghasilkan beban penyusutan yang menurun berdasarkan pecahan yang menurun dari biaya yang dapat disusutkan (biaya awal dikurangi nilai sisa).
Setiap pecahan menggunakan jumlah angka tahun sebagai penyebut (5+4+3+2+1=15) dan jumlah tahun estimasi umur yang tersisa pada awal tahun sebagai pembilang.
Dengan metode ini, pembilang menurun tahun demi tahun dan penyebut tetap konstan (5/15, 4/15, 3/15, 2/15 dan 1/15). 

Metode Saldo Menurun

Metode ini menggunakan tarif penyusutan (diekspresikan sebagai persentase) berupa beberapa kelipatan dari metode garis lurus.
Sebagai contoh, tarif saldo menurun berganda untuk aktiva 10 tahun akan menjadi 20% (dua kali tarif garis lurus, yaitu 1/10 atau 10%).
Tarif saldo menurun tetap konstan dan diaplikasikan pada nilai buku yang menurun setiap tahun.
Tidak seperti metode lainnya, dalam metode saldo nilai sisa tidak dikurangkan dalam menghitung dasar penyusutan. Tarif saldo menurun dikalikan dengan nilai buku aktiva pada awal setiap periode.
Karena nilai buku aktiva dikurangi setiap periode dengan beban penyusutan, maka tarif saldo menurun yang konstan diaplikasikan pada nilai buku yang terus menurun yang menghasilkan beban penyusutan yang semakin rendah setiap tahunnya.
Proses ini terus berlangsung hingga nilai buku aktiva berkurang mencapai estimasi nilai sisanya, di mana pada saat tersebut penyusutan akan dihentikan.

#3 Metode Aktivitas (Unit Penggunaan atau Produksi)


Metode aktivitas (activity method) yang juga disebut pendekatan beban variabel, mengasumsikan bahwa penyusutan adalah fungsi dari penggunaan atau produktivitas dan bukan dari berlalunya waktu.

Umur aktiva ini dinyatakan dalam istilah keluaran (output) yang disediakan (unit-unit yang diproduksi), atau masukan (input) seperti jumlah jam kerja.

Secara konseptual, asosiasi biaya yang tepat ditetapkan dalam istilah output bukan jam yang digunakan, tetapi sering kali output ini sulit untuk diukur.

Dalam kasus seperti ini, ukuran input seperti jam mesin adalah metode yang lebih tepat dalam mengukur jumlah uang beban penyusutan selama periode akuntansi tertentu.

Dalam ilustrasi sebelumnya, penentuan umur mesin derek tidak memiliki masalah tertentu karena penggunaan (jam) relatif mudah untuk diukur.

Jika mesin derek itu digunakan selama 4.000 jam pada tahun pertama, maka beban penyusutannya adalah:

Beban Penyusutan = [ (Biaya – Nilai Sisa) x Jam tahun ini ] : Total estimasi Jam

Beban penyusutan = [ (Rp500.000.000 – Rp50.000.000) x 4.000 ] : 30.000 = Rp60.000.000


Keterbatasan utama metode ini adalah bahwa metode ini tidak tepat untuk digunakan pada situasi di mana penyusutan fungsi dari waktu dan bukan aktivitas.

Sebagai contoh, sebuah bangunan akan mengalami banyak kerusakan dari unsur-unsur (waktu) tanpa memperhatikan penggunaannya.

Selain itu, apabila suatu aktiva tergantung pada faktor-faktor ekonomi atau fungsional, bukan pada penggunaannya, maka metode aktivitas akan kehilangan banyak signifikansinya.

#4 Metode Penyusutan Khusus


Kadang-kadang perusahaan tidak memilih salah satu dari metode penyusutan yang lebih populer karena aktiva yang terlibat memiliki karakteristik yang unik, atau sifat industrinya mengharuskan penerapan khusus.Berikut adalah dua jenis dari metode khusus: 
Metode Kelompok dan Gabungan

Istilah kelompok ini mengacu pada suatu kumpulan aktiva yang bersifat serupa; sementara gabungan mengacu pada suatu kumpulan aktiva yang bersifat tidak serupa.
Metode kelompok sering digunakan apabila aktiva bersangkutan cukup homogen dan memiliki masa manfaat yang hampir sama.
Pendekatan gabungan digunakan apabila aktiva bersifat heterogen dan memiliki umur manfaat yang berbeda.
Metode kelompok lebih mendekati prosedur biaya unit tunggal karena penyimpangan dari rata-rata tidak besar.
Metode perhitungan untuk kelompok dan gabungan pada dasarnya sama, yaitu menemukan rata-rata dan menyusutkannya atas dasar rata-rata tersebut.

Metode Campuran dan Kombinasi
Selain metode penyusutan yang sudah disinggung, perusahaan juga bebas mengembangkan metode penyusutan sendiri yang khusus atau dibuat khusus.
Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum hanya mensyaratkan bahwa metode itu menghasilkan pengalokasian biaya aktiva selama umur aktiva dengan cara yang sistematis dan rasional.

Komentar